
Singgahan – Semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh para peserta Pendidikan Dasar (Diksar) Pramaida yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 2, 3, dan 4 Januari 2026. Mengambil lokasi di medan menantang kawasan perbukitan dan karst, kegiatan ini menjadi ajang pembuktian ketangguhan fisik dan mental bagi para calon anggota baru.
Rangkaian Kegiatan yang Menguji Nyali
Selama tiga hari, peserta digembleng dengan serangkaian materi lapangan yang komprehensif. Berikut adalah sorotan utama kegiatannya:
- Caving & Rappelling: Peserta diajak menembus kegelapan perut bumi melalui teknik caving (penelusuran gua) serta menuruni tebing curam menggunakan teknik rappelling. Keberanian menghadapi ketinggian dan ruang sempit menjadi tantangan utama dalam sesi ini.

- Long March & Susur Sungai: Melewati rute puluhan kilometer, peserta melakukan long march yang dilanjutkan dengan susur sungai (river trekking). Ketahanan fisik diuji saat mereka harus berjalan melawan arus dan melintasi medan yang licin.
- Materi Survival: Sebagai puncak kemandirian, peserta dibekali ilmu survival. Mereka belajar cara bertahan hidup di alam liar dengan memanfaatkan sumber daya terbatas, mulai dari membuat api hingga mencari sumber makanan alami.
Antusiasme Tinggi di Tengah Kelelahan
Meski medan yang dihadapi tergolong berat dan menguras energi, atmosfer positif tetap menyelimuti seluruh rangkaian acara. Gelak tawa dan nyanyian penyemangat sesekali terdengar di sela-sela istirahat, menunjukkan kekompakan tim yang mulai terbangun kuat.
“Lelah itu pasti, tapi rasa bangga bisa menaklukkan rasa takut saat rappelling tadi jauh lebih besar. Kami belajar bahwa batas kemampuan kita sebenarnya jauh lebih tinggi dari apa yang kita bayangkan,” ujar salah satu peserta dengan wajah penuh lumpur namun tetap tersenyum lebar.
Harapan untuk Anggota Baru
Ketua Panitia Diksar Pramaida menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang fisik, melainkan pembentukan karakter. “Kami ingin mencetak anggota yang tidak hanya mahir secara teknis di alam bebas, tetapi juga memiliki loyalitas, kepedulian terhadap lingkungan, dan mental baja,” ungkapnya di sela-sela penutupan kegiatan.
Dengan berakhirnya Diksar ini, para peserta diharapkan dapat membawa nilai-nilai kedisiplinan dan kebersamaan yang telah diajarkan ke dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam organisasi Pramaida ke depannya.

