Tuban – Dalam upaya mempersiapkan diri menghadapi Lomba Wirausaha Gudep Jatim 2025, Pramuka MA Al-Hidayah Lajukidul melakukan terobosan kreatif melalui pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos (12/08/2025). Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menjadi strategi penambahan modal usaha secara mandiri.
Proses dimulai dengan pengumpulan sampah organik dari lingkungan sekolah, rumah warga, dan pasar sekitar. Sampah berupa dedaunan kering, sisa sayur, serta limbah dapur dipilah secara teliti agar tidak tercampur dengan sampah anorganik. Selanjutnya, sampah diolah dengan metode pengomposan sederhana menggunakan fermentasi alami hingga menjadi pupuk siap pakai.
Pembina Pramuka MA Al-Hidayah, Kak Kun sholihaddin Fatma, S.Ag, S.Pd, MA, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengajarkan kemandirian sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan kepada para anggota. “Kami ingin membentuk karakter peduli lingkungan sekaligus kreatif dalam mencari solusi pembiayaan, sehingga persiapan menuju Gudep Jatim 2025 lebih matang,” ujarnya.
Pupuk yang dihasilkan tidak hanya digunakan untuk penghijauan sekolah, tetapi juga dipasarkan kepada masyarakat. Hasil penjualan akan menjadi tambahan modal usaha bagi tim lomba wirausaha, sehingga seluruh proses kegiatan memiliki dampak nyata, baik ekologis maupun ekonomis.
Dengan semangat “Dari Sampah Menjadi Aset”, Pramuka MA Al-Hidayah berharap dapat menginspirasi masyarakat untuk mengolah sampah menjadi sesuatu yang produktif. Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam meraih prestasi pada Lomba Wirausaha Gudep Jatim 2025, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi kelestarian lingkungan.
